Karena Berbagi Tak Pernah Rugi

Ini Dia Tips Menjadi Content Creator Handal ala Kang Gol A Gong & Iqbal

8 1,057

- Advertisement -

Era digital menjadi peluang dan tantangan bagi kita. Perkembangan teknologi dan menjamurnya sosial media harus bisa kita manfaatkan sebaik mungkin untuk kebaikan.

Beruntung sekali beberapa waktu yang lalu saya mendapat undangan untuk mengikuti workshop Content Creator  “Sapa Sahabat Keluarga Jogja” yang diadakan oleh Direktorat Pembiaan Pendidikan Keluarga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Dr. Sukimin, Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga, Direktorat Jenderal PAUD & Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan & Kebudayaan saat memberikan sambutan di Workshop Evaluasi Program Pendidikan Keluarga

Pada kesempatan ini hadir dua narasumber yang  sudah tidak asing lagi bagi kita. Nara sumber pertama ada Gol A Gong. Seorang sastrawan dan pendiri komunitas kesenian Rumah Dunia.  berdiri sejak tahun 2000, Komunitas ini  kini menempati tanah 3000 m2 di belakang rumahnya di Komplek Hegar Alam, Ciloang Serang, Banten. Banyak anak muda hebat yang lahir dari rumah dunia. Gol A Gong sendiri sangat produktif, banyak karya yang dihasilkan beliau khususnya novel dan esai, sudah ada 125 buku yang ia tulis.

Sementara itu pemateri pembuatan film di sampaikan oleh Iqbal dari Film Maker Muslim.  Ia telah menghasilkan berbagai film salah satunya Mengejar Halal, film low budget yang telah di tonton oleh  lebih dari 2 juta penonton di Youtube.


MENULIS ESAI

Esai merupakan pendapat pribadi/gagasan baru yang berdasar pada subyektivitas. Semua orang bebas menulis esai berdasarkan topik yang disukai. Esai merupakan tulisan jurnalistik berdasarkan subyektifitas penulis. Tulisan esai memberikan pendapat sekaligus solusi

  • Mencari Ide Menulis Esai

Bagaimana menemukan ide menulis esai? Ide bisa ditemukan dimana saja. Di jalanan yang rusak, ditrotoar yang dialihfungsikan, perilaku korup pejabat dan di semua tempat yang merupakan liingkungan kita. Tulislah apa yang sedang kamu risaukan mulai dari masalah sosial di daerah kita hingga anak-anak kita yang bisa menjadi sumber ide. Anak kita adalah ladang ide menulis, bagaimana mereka berperilaku dan menemukan solusi.

Gol A Gong, sudah menulis 125 buku

Gol A Gong mencontohkan putrinya yang menjadi sumber ide. Putrinya peduli pada orang miskin,  ia membuat kotak khusus care box sebagai tabungan untuk membantu orang miskin. Ide ini dikembangkan oleh Gol A Gong sesuai dengan prinsip 5W plus 1H . Dari sini kita dituntut untuk menggali data dan fakta. Kita bisa melakukan wawancara ke anak tentang alasan membuat care box kemudian menuliskan hasilnya. Dari sini didapatkan fakta/pembuktian bahwa : punya care box dari dus bekas, menyisihkan uang jajannya di care box, diakhir bulan care box-nya dibuka untuk diberikan ke pembantu, petugas perlintasan kereta dan lain-lain. Lengkapi essai dengan foto. Arahkan kamera ke objek yang kita suka, kemudian pilih anglenya.

  • Proses Menulis Esai
  • Persiapan Menulis

Riset lapangan

Lakukan observasi dan survay langsung ke lapangan. Jika kita ingin menulis tentang ruang publik misalnya, datang langsung ke ruang publik seperti alun-alun. Jangan lupa untuk mementukan tema, bisa soal trotoarnya, tempat sampah atau yang lainnya. Lakukan wawancara dengan pengunjung, pedagang, pejalan kaki atau petugas jika sedang ada di lapangan.

Riset Pustaka

Untuk menguatkan tulisan kita, lakukan riset pustaka baik dengan buku, koran, online. Riset pustaka bisa dilakukan dengan browsing, mencari data dari situs rujukan seperti wikipedia atau media online. Datang ke perpustakaan atau kantor yang menyediakan data sesuai tema yang kita ambil.

  • Menulis

Setelah semua bahan terkumpul, kita sudah bisa memulai menulis dengan diawali dengan membuat outline dan mengembangkan tulisan.

  • Revisi

Tidak ada karya yang sukses tanpa melewati revisi. Perbaiki tulisan kita baik isi, tata bahasa dan huruf dari kemungkinan typo.

  • Jangan Takut Menulis Esai

UUD 1945 pasal 28 melindungi kita dalam mengemukakan pendapat secara lisan dan tertulis. Dalam pasal 29 Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia juga menjamin hal itu. Yang  terpenting,: prinsip bebas dan bertanggung jawab harus kita pegang. Jangan memfitnah, tulislah berdasarkan fakta.

Tulislah yang sedang menjadi perbincangan. Misalnya tentang anggota dewan, berita hoax, Pilkada, fonemena transportasi online dan lain-lain. Untuk menghasilkan essai yang bagus, hendaknya kita : menentukan tema, target pembaca, judul, point of view, outline atau plot, diksi, gaya bahasa/lead, melakukan revisi/penyuntingan.


HOW TO MAKE MOVIE

Mas Iqbal memberikan materi “Make Movie” . Photo : Fuji Rachman Nugroho

Sebelum membuat film kita harus mementukan beberapa hal ini : Kenapa membuat film, siapa yang akan menonton film ini, untuk apa film ini dibuat, pesan apa yang ingin disampaikan, bagaimana cara menyampaikan pesan ini agar menarik penonton, apakah pesan bisa sampai melalui film ini.

 

 

Tahapan Membuat Film

  • Pra Produksi

Meliputi : ide/konsep, skenario, braistorming skenario, casting, reading, cek lokasi, persiapan art, wardrobe, alat, crew, shoot list, story board,

  • Produksi/Syuting

Proses syuting, pengambilan gambar.

  • Post Produksi

Meliputi : editing, music, sound mixing, publishing,

Untuk membuat sebuah film diperlukan pendanaan. Darimana sumber dana tersebut, sumber dana bisa berasal dari dana sendiri (patungan crew), donatur, investor, sponsor dan pre-sale. Pendanaan diperlukan karena untuk budget makan, operasional, fee crew dan telent, sewa alat, lokasi,  make up, wardrobe dan lain-lain yang jumlahnya tidak sedikit.  Yang perlu diperhitungkan adalah lamanya syuting, kadang jika molor maka pengeluaran semakin membengkak.

 Shoot Type

  • Extreme Long Shoot (ELS);  Biasanya dipakai untuk menunjukkan lokasi kejadian tanpa harus memperlihatkan subject dengan jelas.
  • Long Shot (LS);   Dipakai untuk menunjukkan hubungan antara subject dengan lingkungannya. Hampir mirip dengan Extreme Long Shot, bedanya Long Shot, keseluruhan subject diperihatkan agak jelas.
  • Full Shot (FS) ;  Biasanya dipergunakan untuk memperkenalkan subjek dan lingkungannya. (Subject lebih memenuhi frame)
  • Knee Shot (FS);   Dipergunakan untuk memperlihatkan aktivitas subject dari lutut ke atas.
  • Medium Shot (MS) ; Dipergunakan untuk memperlihatkan aktivitas subject dari pinggang ke atas namun dengan lebih memperlihatkan ekspresinya.Biasanya dipakai untuk shoot size standard untuk interview.
  • Medium Close Up (MCU) ;  Dipergunakan untuk menunjukkan aktivitas subject dari dada ke atas agar lebih terlihat emosinya.
  • Close Up (CU) ;  Dengan gambar lebih padat (dari bawah dagu ke atas) untuk lebih menunjukkan detail (ekspresi) subject. Namun masih ada ruang di atas kepala (head room).
  • Big Close Up (BCU) ;  Dengan gambar lebih padat lagi. Dari bawah dagu ke atas sampai dahi (head room terpotong). Di sini ekspresi wajah dari subject benar-benar diexpose.
  • Extreme Close Up (ECU) ;  Detail (ekspresi) subject spesifik pada bagian tertentu. Alasannya untuk mendramatisir ekspresi si subject hanya pada bagian mulut saja atau mata saja.

Cut In & Cut Away Shot

  • Cut In : Shot tambahan untuk menunjukkan gerak-gerik atau bagian lain subject. Misal tangan tangan lagi megang uang.
  • Cut Away : Shot tambahan sebagai jembatan antar shoot atau sekedar informasi tambahan yang kadang tidak berhubungan langsung dengan subject. Biasanya digunakan sebagai transisi .

Camera Angle

  • Bird’s Eye View;  Sudut pandang kamera tinggi dari atas dan menunduk ke bawah seperti sudut pandang seekor burung.Biasanya untuk menunjukkan posisi atau pergerakan si subject yang dalam skala besar atau kolosal. Untuk menunjukkan lingkungan di sekitar subject yang si tokoh utama sendiri tidak bisa lihat.
  • High Angle ; Kamera lebih tinggi dan menunduk ke arah subject. Untuk mengesankan subject yang kecil atau terintimidasi.
  • Eye-Level ;  Kamera sejajar dengan mata subject sebagai sudut pandang netral (pengambilan gambar normal).
  • Low Angle ;  Kamera ditempatkan lebih rendah dari subject dan mendongak ke atas. Untuk menunjukkan subject yang tinggi besar, berkuasa atau mengintimidasi.
  • Frog’s Eye View ;  Kamera ditempatkan hampir menyentuh tanah dan mendongak ke arah subject seperti seekor katak. Untuk menimbulkan kesan megah, tinggi besar atau kokoh.
  • Dutch Tilt/Canted Angle ;  Kamera ditempatkan statis miring atau di posisi awal normal kemudian bergerak ke posisi miring. Untuk efek dramatis dan menunjukkan ketidakstabilan emosi subject.
Praktek membuat video di Tebing Breksi. Foto : Ardian Kusuma

The Rules Of Framing

  • The Rule of Third;  Dengan membagi frame menjadi 9 bagian, subject ditempatkan pada
    perpotongan 1/3 atau 2/3 frame. 
    Akan terlihat lebih menarik daripada ditempatkan di tengah. Note : Penempatan objek di tengah juga bagus digunakan, misalnya untuk point
    of view saat penonton menjadi lawan bicara si subject.
  • Nose Room / Looking Space;  Penempatan subject dan arah pandangnya dapat menentukan kondisi psikologisnya .
  • Lead Room;  Pada subject yang bergerak pada suatu arah, Lead Room memberikan ruang untuk subject bergerak agar tidak nabrak frame.
  • Head Room;   Merupakan ruang di bagian atas subject. Terlalu banyak room membuat subject tenggelam di dalam frame.  Terlalu tipis memperlihatkan ruang yang terlalu sempit. Note : Untuk Big Close Up head room harus diabaikan. Beri ruang sedikit di bawah dagu subject.

Publish

Setelah film selesai diproduksi maka kita akan mempublish film ini sesuai tujuan awal. Film yang kita buat bisa diikutkan di festival film, diupload di youtube atau direct to DVD.

Youtube saat ini merupakan media populer yang sudah sangat dikenal masyarakat. Youtube mengkonversi  TV ke digital. Youtube juga dikenal sebagai pusat viral yang melambungkan orang menjadi artis. Pada dasarnya ada beberapa hal yang bisa membuat viral : konten harta (pamer sesuatu), tahta, wanita, kontroversi, aneh, pionir dan konten inspiratif yang konsisten.

Youtube kini bukan lagi Views, tapi watch time. Bagi creator/youtuber tentu harus mengguankan strategi khusus.  Lamanya Waktu Menonton Suatu Video maka semakin banyak iklan.  Algoritma Youtube kini menerapkan sistem yang  konsisten yang menang. Adapun syarat  dapat adsense yakni1000 Subscribers dan 4000 watch time.

Kami diajak ke wisata Tebing Breksi Jogja untuk praktek membuat video sederhana dan inilah hasil video  kelompok kami.

 

- Advertisement -

  1. Sang Nanang says

    Selamat atas video yang dibuat di Breksi, mantep masbro….

    1. Dimas Suyatno says

      siap. terimaksih mas

  2. Elliza says

    Insightful banget infonya, Mas.
    Jadi tahu nih ribetnya bikin film. Tapi kalo dilakukan dengan senang hati, pastinya bakalan enjoy aja ya ngejalaninnya.

    1. Dimas Suyatno says

      betulll banget. kalau hobynya disitu nggak kerasa ngerjainnya

  3. Ana Ike says

    Gadget emang gak bohong, hiks. Kudunya kemaren gak boleh satu grup ini 😂😂

    1. Dimas Suyatno says

      iya. kudunya kita berpencar 🙂

  4. arry wastuti says

    Sekali lagi, video kelompok ini harusnya nggak boleh menang. Qiqiqi.

  5. Wiwied Widya says

    Aq sepakat ama yang lain. Kalian harusnya nggak boleh dikumpulin jd satu grup.. udah jelas menang banyak. Nggak terima

Leave A Reply

Your email address will not be published.