Karena Berbagi Tak Pernah Rugi

Pisang Aroma, Produk UKM yang jadi Idola

11 140

Mengunjungi suatu tempat yang baru, tak afdol rasanya jika pulangnya tidak membawa serta buah tangan dari tempat yang kita kunjungi. Nah kemarin, saya dan teman-teman berkesempatan mengunjungi kabupaten Temanggung bersama Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Jateng.

Oleh-oleh khas kabupaten Temanggung yang terkenal salah satunya adalah pisang aroma. Daerah yang menjadi pusat pembuatan pisang aroma berada di dusun Sarangan desa Gesing kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung. Letaknya sekitar 8 km arah utara dari pusat kota Temangung. Perkembangan pisang aroma di desa ini cukup pesat sehingga membuatnya dikenal sebagai pusat oleh-oleh makanan ringan khas Temangung.

Salah satu usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berhasil dalam mengembangkan pisang aroma yakni pisang aroma KPK Mawar milik ibu Sri Mulyati di dusun Sarangan, desa Gesing, kecamatan Kandangan kabupaten Temangung. Nah, kemarin saya berkesempatan dapat melihat langsung proses pembuatan pisang aroma ditempat ini bersama Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah.

Ibu Sri Mulyati memulai usaha ini pada tahun 2001 dengan cara berjualan keliling dari rumah ke rumah. Kegiatan berjualan keliling dilakoninya selama beberapa tahun hingga akhirnya memutuskan untuk berhenti. Berbekal pengalaman tersebut akhirnya, ibu Sri memberanikan diri untuk berwirausaha sendiri dengan modal awalnya Rp. 300.000,-

Pisang inilah yang akan dioleh menjadi oleh-oleh nan lezat : Pisang Aroma

Menurut penuturannya, banyaknya pohon pisang didaerahnya serta pohon pisang yang tidak mengenal musim sehingga menjadikannya selalu ada sepanjang tahun membuatnya mantap untuk memproduksi produk olahan pisang.

Berkat keuletan dan ketekunannya, kini Ibu Sri memiliki omset Rp. 500 juta per bulan. Wow..!  Tentu omset ini tidak datang begitu saja, butuh usaha dan kerja keras untuk mencapainya.

Kini ibu Sri memiliki 35 karyawan yang membantu memproduksi pisang aroma. Sebagian besar karyawannya berasal dari wilayah sekitar, dan beberapa diantara merupakan penyandang disabilitas.

Dalam perjalanan membuat produk olahan pisang ini, ibu Sri sempat mencoba beragam macam buah pisang. Namun setelah dicoba hanya dua jenis pisang yang cocok untuk dijadikan pisang aroma yakni pisang raja nangka dan pisang Belitung.

Proses Pembuatan Pisang Aroma

Kira-kira apa aja sih bahannya dan bagaimana cara membuatnya?

Tentu saja yang pertama harus ada ya pisang, pisang yang digunakan ada dua macem pisang raja nangka atau pisang belitung. Tentu yang digunakan pisang yang sudah masak ya…

Yang kedua yakni adonan kulitnya, yang terdiri dari tepung terigu, garam, vanili dan minyak.

Untuk proses pembuatan pisang aroma masih dibuat secara sederhana lho,  dimana seluruh proses pembuatan masih menggunakan ketrampilan tangan para pekerjanya.

Adonan kulit dibuat terlebih dahulu. Untuk satu kali pembuatan adonan kulit membutuhkan sekitar 25 kg tepung terigu. Tepung kemudian dicampur dengan air ditambah garam serta vanili plus minyak dicampur menjadi satu sehingga menjadi satu kesatuan.

Adonan tepung siap untuk diisi potongan pisang

 

Adonan yang telah jadi kemudian dimasak tanpa minyak selama hampir 1 menit. Disini diperlukan ketrampilan kedua tangan untuk mematangkannya, dimana tangan kanan memegang adonan dan dioleskan langsung ketempat sementara tangan kiri memegang sendok siap mengangkat adonan kulit yang telah matang. Tidak semua pegawai mengusai cara membuat kulit pisang ini.

Setelah adonan kulit pisang matang, kemudian kulit pisang diisi potongan pisang yang telah masak diberi sedikit tambahan gula lalu kulit pisang digulung dan rekatkan dengan tepung yang sudah dicampur air yang digunakan sebagai lem kulit pisang aroma.

Proses pengisian pisang dan gula

Goreng gulungan pisang aroma tersebut hingga berwarna kecoklatan. Untuk penggorengan pisang aroma masih menggunakan tungku kayu. Setelah matang angkat pisang aroma, kemudian tiriskan. Pada tahap akhir dilakukakan penirisan dari minyak dengan menggunakan blower agar minyak benar-benar hilang.

Jika sudah jadi rasanya renyah, cocok untuk di jadikan cemilan menemani aktifitas sehari-hari

Pengemasan dan Pemasaran

Setelah selesai pisang aroma siap dikemas dan dipasarkan. Oh ya untuk bentuknya selain memanjang, ada juga yang dipotong menjadi dua bagian serta potongan kecil-kecil. Untuk kemasannya menggunakan plastik yang telah diberi label dan diikat menggunakan pita berwarna.

Untuk pemasarannya selain dijual di outlet miliknya, pemasaran pisang aroma telah merambah ke seluruh daerah di Jawa Tengah. Selain di Jawa Tengah, pemasaran pisang aroma juga banyak dilakukan ke kota Yogyakarta. Selain itu juga telah dipasarkan ke Bali, Kalimantan dan Sumatera. Pisang Aroma dijual dengan dua varian harga yakni Rp. 14.000,- dan Rp 25.000,-. Kamu juga bisa memesan langsung dengan menghubungi KPK Mawar Telp. 0888 2744 053 HP. 081 328 026 434 / 081 1250 7295.

Pisang Aroma disistribusikan ke seluruh Indonesia. Kamu juga bisa mendapatkan langsung di minimarket di samping tempat produksi di desa Gesing kecamatan Kandangan, Temanggung.
  1. Rahmi says

    Kaya pisang caramel gt ya, cuma yg ini lebih awet

    1. Dimas Suyatno says

      iya tahan lama. bisa buat cemilan di kala senggang

  2. Gallant says

    Lengkap banget mas dimas infonyaaa

    1. Dimas Suyatno says

      dilengkapin biar bisa jadi referensi ..hi..hi…

  3. Achmad Muttohar says

    Salah satu panganan favorit nih. Jujur, baru tau kalau ada pabrik besar yg produksi pisang aroma, dan baru tau juga dijual di tempat oleh-oleh. Soalnya selama ini belum pernah lihat sih yg di toko oleh-oleh, seringnya lihat di warung sama di pedagang aneka snack gitu di pasar.

    1. Dimas Suyatno says

      Untuk yang dijual di toko oleh2 memang belum merata kok

  4. […] langsung proses produksi bersama Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Jawa Tengah seusai melihat proses pembuatan Pisang Aroma sehari […]

  5. vanisa says

    enaak. abis di cemilin sambil nonton tv! 😀

    1. Dimas Suyatno says

      cocok banget… apalagi kalau ada teh/kopi 🙂

  6. Nuzha says

    Di show room punya ibuk ini ternyata banyak jajanan dan produk lain lhoooo kemaren aku beli madu hutan…

    1. Dimas Suyatno says

      betull. aku nggak jadi beli yang lain karena takut bawaan jadi berat, seling kalap kalau pas jalan-jalan gini 🙂

Leave A Reply

Your email address will not be published.