Karena Berbagi Tak Pernah Rugi

Napak Tilas Sarihusada, Mengunjungi Rumah Tempe dan Panen Selada

CSR Sarihusada Dukung Kemandirian Pangan dan Ekonomi Masyarakat Untuk Solusi Gizi di Indonesia

10 555

- Advertisement -

Untuk pertama kalinya akhirnya mendapat kesempatan menginjakkan kaki di Sari Husada, atau lengkapnya PT Sarihusada Generasi Mahardhika pada 5-6 April 2018. Kami diajak berkeliling melihat proses produksi di pabrik yang ada di Prambanan ini. Ternyata sangat ketat, kami diharus mengikuti standar perusahaan. Sarihusada sangat menjaga kehigienisan proses produksi.  Ada peraturan standar yang wajib dipenuhi saat bekerja, bahkan hingga tanaman yang harus ditanampun diatur. Taman di Sarihusada tidak ditanami pohon yang berbuah salah satunya alasannya untuk menghindari potensi bakteri dari buah seandainya membusuk.

Pabrik ini juga menerima factory visit khususnya dari sekolah SMU/SMA sederajat. Tidak dipungut biaya untuk kegiatan ini, kita tinggal mengirim proposal minimal 1 bulan sebelum kunjungan ke email nutriciasarihusadainternalcommunications@danone.com. Minimal peserta kunjungan 30 orang dan maksimal 120 orang. Hari reguler kunjungan yakni Selasa, Rabu dan Kamis .

Sarihusada mengoperasikan fasilitas produksi di kawasan Yogyakarta dan Klaten, Jawa Tengah dengan lebih dari 1.000 karyawan di seluruh penjuru Indonesia. Sarihusada lahir di Yogyakarta dan memiliki sejarah panjang. Menjelang pertengahan dekade 50-an, Pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) berinisiatif mengembangkan program khusus guna menunjang kecukupan protein nasional. Hal tersebut direalisasikan tahun 1954 dengan pendirian NV Saridele. Arif Mujahidin menjelaskan, hingga saat ini, misi Sarihusada tetap sama yaitu berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi atas malnutrisi dan masalah kesehatan ibu dan anak di Indonesia. “Misi tersebut salah satunya diwujudkan melalui inisiatif-inisiatif dan edukasi gizi serta kesehatan  diberbagai wilayah dengan melibatkan para pakar, ibu dan anak dalam program pemberdayaan yang berkelanjutan”, jelas Arif.

PT Sarihusada Generasi Mahardhika
PT Sarihusada Generasi Mahardhika

Sebagai bagian dari Danone yang ada di Indonesia, Sarihusada juga bekerja sama dengan Danone Ecosysteme Fund melaksanakan berbagai inisiatif sosial. Danone Ecosysteme Fund merupakan dana untuk memperkuat ekosistem Danone dan menciptakan nilai sosial dan ekonomi melalui kemitraan inklusif yang terdiri dari 5 lingkup program : sourcing, territory, micro-distribution, caring service, recycling.

Adapun pelaksanaan program CSR, Sarihusada menggunakan strategi pendekatan Community Development, Metode Community Development dipilih untuk menjawab kebutuhan program jangka panjang, berorientasi kepada hasil dan dampak yang baik serta meningkatkan partisipasi masyarakat untuk memberdayakan dirinya sendiri.

Hal ini disampaikan langsung oleh Endah Prasetioningtias, Public Affairs & Internal Communication Manager Sarihusada, “Dengan menggunakan prinsip to help people to help themselves, maka  program CSR Community Development diarahkan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat
untuk mencapai hasil yaitu kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan”.

Program CSR yang telah berhasil dijalankan oleh PT Sarihusada sejak 2010 dan menyentuh sekitar 1,095 jiwa penerima manfaat adalah Rumah Srikandi. Program ini bertujuan untuk menghadirkan sebuah wadah pendidikan yang dapat melayani kebutuhan pendidikan anak-anak usia dini, meningkatkan kesadaran dari para orang tua akan pentingnya menjaga kesehatan dan gizi bagi para anak-anaknya melalui program kesehatan, pengelolaan berbagai program kesehatan dan pendidikan ibu-ibu PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) yang dapat berjalan intensif sesuai standar operasional.

Salah satu CRS yang dijalankan oleh PT. Sarihusada adalah Rumah Tempe Srikandi Geneng . Kami mendapat kesempatan untuk melihat langsung perkembangan Rumah Tempe dari dekat.  Saat kami memasuki ruangan produksi, tiga perempuan paruh baya menyambut kami. Mereka sedang mengaduk kedelai yang menjadi bahan tempe ini. Berbeda dengan industri tempe rumahan yang  kadang tidak memiliki standar produksi yang ketat, disini menggunakan standar ketat untuk menjaga higienisan proses produksi. Tak heran hasilnyapun memiliki standar tinggi, produk tempe dari Rumah Tempe Srikandi digemari banyak orang. Setiap hari pedagang mengambil kesini untuk dijual lain, ada juga yang membeli langsung untuk konsumsi sendiri.

 

 

Sarihusada mendorong mitra binaan untuk memahami dahulu soal gizi, menumbuhkan kesadaran terkait pangan dan proses produksi yang baik. Setelah pemahaman terbentuk baru memberikan bantuan untuk industri mikro dan hasilnya pelaku dalam hal ini warga/masyarakat memiliki kesadaran tinggi untuk menjalankan program tersebut.

Program pembangunan masyarakat “Tempe Untuk Rakyat”,  sendiri merupakan sebuah program pembangunan industri mikro desa berbasis peningkatan potensi pangan lokal di wilayah pabrik Sarihusada Prambanan, tepatnya di Desa Geneng, Kecamatan Prambanan, Klaten. Dalam perjalanannya, program ini mengikutsertakan beberapa pihak seperti Forum Tempe Indonesia, Pemerintah Desa Geneng dan TP PKK Desa Geneng untuk turut berperan dan berkolaborasi mewujudkan program yang berorientasi kepada masyarakat.

Selain Rumah Tempe Srikandi Geneng, kami juga mengunjungi Bunda Mengajar di RW 09 Bumijo, Jetis, Yogyakarta. Disini ada beberapa kegiatan rutin yang dilakukan masyarakat khususnya perempuan : mengelola demplot kebun gizi dan memproduksi kerajinan dari bahan bekas.  Dengan berbagai aktifitas positif ini, warga menghapus stigma negatif pada kampung ini menjadi kampung produktif. Saat kesana, beberapa ibu-ibu sibuk menyemai bibit untuk hidroponik, sementara ibu-ibu lainnya sibuk memanen sawi dan selada segar.

 

Bergeser ke RW sebelah … kami puluhan ibu dengan balita nampak sedang asyik dengan aktifitasnya masing-masing. Ada yang menimbang balita, berdiskusi dan ada yang sedang konsultasi. Ya, kami berada di Pondok Gizi  RW 11 masih di kelurahan yang sama yakni Bumijo, Jetis.

Dihari terakhir kami bermain air di DolanNdeso di Banjarasri, Kalibawang, Kulonprogo. Disini kami diajak main air dan outbound. Ada beberapa materi outbond yang dibagi dua kelompok. Materi dan permainan outbound sangat variatif dan tentunya ditujukan untuk membentuk kekompakan tim. Kami harus saling percaya dan fokus untuk menyelesaikan berbagai tantangan permainan. Sesi terakhir kami mencoba tubing melewati blach hole yang merupakan saluran air tertutup sepanjang 100an meter.

 

- Advertisement -

  1. Atanasia Rian says

    Wih seru banget pemberdayaan perempuan nya. Sari Husada mantap membuat ibu2 menjadi produktif dan menghasilkan banget. Tempe hal yang simple tapi pembuatannya gak gampang juga, butuh telaten. Tapi mereka bisa dan gizi nya banyakk sukak

    1. Dimas Suyatno says

      Iyes. dan edukasinya juga asyik, memberdayakan sekaligus mengedukasi tantang nilai gizi

  2. Lusi says

    Paling pengen panen selada itu. Ijo2 seger2. Dirumah pd suka selada. Mau praktek ah.

    1. Dimas Suyatno says

      selada cocok dibudidayakan di hunian padat penduduk. bisa di halaman rumah 🙂

  3. Hanat Futuh says

    Inspiratif banget ya. Menggerakan ibu-ibu agar lebih produktif.
    Tempatnya, kegiatannya juga asik banget kelihatannya. 😃

    1. Dimas Suyatno says

      betul. ibu2 jadi produktif dan kreatif

  4. Munasya says

    Hal seperti ini patut diapresiasi, bukan hanya mengejar keuntungan namun juga melebar ke pemberdayaan

    1. Dimas Suyatno says

      betul. CSR Sarihusada menekankan pada pemberdayaan

  5. Muns Fadh says

    Sayang sekali tempenya masih pakai pembungkus plastis, itu bisa mencemari lingkungan pada akhirnya

    1. Dimas Suyatno says

      terimakasih, semoga jadi masukan buat Rumah Tempe.

Leave A Reply

Your email address will not be published.