Karena Berbagi Tak Pernah Rugi

Menjelajah Mangrove Tapak Semarang

14 59

Mesin perahu dinyalakan, dan siap membawa kita menelusuri kawasan hutan magrove desa Tapak, Tugurejo. Perahu pelan-pelan berjalan meninggalkan dermaga. Satu perahu diisi sekitar 6-7 orang. Awalnya sedikit takut dengan perahu yang bergoyang ke kanan dan ke kiri, maklum ini pengalaman saya naik perahu kecil. Namun pemandangan di kanan-kiri sungai yang rimbun oleh hutan magrove membuat kita lupa akan ketakutan kita. Disini kita akan merasa seperti bukan berada di kota Semarang, kita berasa ditempat yang lain …

Yap … tapi ini masih di kota Semarang. Tepatnya di desa Tapak, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Baru tahu saya kalau ternyata kota Semarang punya hutan magrove. Perjalanan ini masih satu rangkaian Famtrip Famtrip Blogger 2017 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang beserta Badan Promosi Pariwisata Kota Semarang (BP2KS).

Dalam perjalanan, perahu kemudian berhenti disalah satu sudut hutan magrove. Disini kita diajak untuk mengetahui cara pembibitan magrove dan penjelasan mengenai magrove. Namun sayangnya, karena bukan bulan yang bertepatan dengan pembibitan saat kita kesini, jadi tidak bisa praktik langsung.

Di Tapak ini terdapat 3 (tiga) jenis magrove yang ditanam dan dikembangkan yakni Avicennia marina (api-api), Rhizophora (bakau) serta satu jenis magrove baru yang didatangkan dari Bali yaitu jenis Bruguiera tutur Mas Abdul Rofik dari komunitas Prenjak yang selama ini giat melestarikan hutan bakau di kawasan ini.

Yang menjadi primadona ditempat ini yakni jenis magrove Avicennia marina (api-api), karena bentuk akarnya yang serabut bisa mengangkat tanah, jadi petani tambak yang semula sampai 5 kali dalam mengangkat endapan, setelah adanya pohon magrove jenis Avicennia (api-api), mereka cukup 3 kali saja dalam mengangkat endapan.

Magrove sendiri fungsinya banyak, selain salah satu upaya untuk mencegah abrasi pantai, tanaman magrove juga berfungsi untuk memfilter pencemaran air karena mempunyai kemampuan mengakumulasi logam berat yang ditimbulkan pabrik-pabrik. Selain itu magrove juga merupakan rumah bagi kepiting, juga ikan-ikan.

Buahnya bisa digunakan sebagai bahan untuk membuat roti dan bisa untuk mengatasi diabetes karena buahnya mengandung tanin. Untuk getahnya bisa digunakan sebagai obat asam urat.

Dari tempat tersebut, kita bergeser menuju ke muara menuju ke Pulau Tirang. Kota Semarang ternyata punya pulau …

Menurut penuturan salah satu guide kita, keberadaan Pulau Tirang tidak lepas dari sejarah kota Semarang karena kata β€œRang” berasal dari Pulau ini. Namun keberadaan Pulau Tirang saat ini tinggal menyisakan sedikit daratan. Pulau Tirang sendiri rusak karena adanya reklamasi di Marina dan Kendal, yang menjadikan perputaran arus airnya bergeser dan lama-kelamaan mengikis pulau Tirang. Disini dulunya terdapat dua sumber mata air tawar, namun sayang sekarang sudah menghilang.

Untuk menjaga agar Pulau Tirang tidak hilang, masyarakat sekitar melakukan konservasi dengan penanaman magrove dan juga membuat semacam penahan ombak yang terbuat dari ban-ban bekas yang diikat, dan didalamnya diisi tanah dan juga ditanami magrove.

Di Pulau Tirang kita diajak untuk ikut serta menanam pohon magrove. Semoga pohon magrove yang kita tanam tumbuh subur …

Pulau Tirang

Menanam Mangrove di pulau Tirang

Setelah menanam pohon magrove, kita meneruskan perjalanan menuju ke salah satu tambak untuk panen udang dan ikan.

Perahu kembali berjalan dan meneruskan perjalanan untuk membawa kami kembali ke tempat awal kita. Setelah semua perahu selesai menurunkan penumpangnya dan sudah bersih-bersih, saatnya kita menuju ke home resto Putri Tirang untuk makan siang. Menu di home resto ini lengkap ada udang, kepiting, ikan bandeng serta gudangan. Home resto yang dikelola warga ini buka setiap akhir pekan.

panen udang
Mampir home resto Putri Tirang untuk makan siang
Kepitingnya lezat

 

  1. Budi Santoso says

    mantap djiwa

    1. Dimas Suyatno says

      makasih kak Jiwa #eh

  2. Fubuki Aida says

    Fotomu mas alami banget. Ahahaha

    1. Dimas Suyatno says

      πŸ™‚

  3. Hamtiar Ilham says

    Marai pengen gebyur, mas. Tapi sementara iki cuma bisa gebyur di kolam air mata. Hiks. Padahal pingin gebyur sambil panen udang.

    1. Dimas Suyatno says

      ha..ha..gebyur sambil nangkep udaqng asyik lhoh

  4. Ayaa says

    Asyik banget ya Mas acaranya. Dl pernah diceritain Masku kalau di Semarang ada mangrove tapi agak jauh dr rumahnya jd belum sempet main pas ke Semarang. Baca ini jadi punya gambaran disananya seperti apa

    1. Dimas Suyatno says

      iyes. berkali-kali ke Semarang juga baru kali ini ke hutan mangrove kok

  5. dolan yok says

    Wiiih jadi pengen sekali dolan kesana

    1. Dimas Suyatno says

      nah … lingkari kalender

  6. Roy Vandi Tambunan says

    enak banget itu langsung udang nangkap itu aja.

    1. Dimas Suyatno says

      nangkepnya tetep pake jaring mas

  7. Rikawa says

    Ya Allah kotaku apik banget ternyata, baru tahu aku..kok ya kebangeten aku yak

    fotonya Mas Dim menggiurkan

    1. Dimas Suyatno says

      hmm..tu kan blm explore kesini πŸ™‚

Leave A Reply

Your email address will not be published.