Karena Berbagi Tak Pernah Rugi

32 Karya Seni Dipamerkan di Jalanan Jogja

12 587

- Advertisement -

Apa jadinya jika seniman berkolaborasi mengisi ruang-ruang jalanan Jogja?

Ya puluhan seniman patung yang tergabung dalam Asosiasi Pematung Indonesia (API) menampilkan 32 karya mereka dalam sebuah pameran terbuka bertajuk Antawacana. Pameran ini sendiri merupakan kerjasama API, Jogja Street Sculpture Project dan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

32 Karya seniman ini tersebar di sepanjang Jalan Mangukubumi hingga daerah Kleringan Kotabaru. Oya, pameran ini sendiri sudah berlangsung sejak 30 Oktober hingga 15 Desember 2015. So masih ada waktu bagi kalian yang ingin melihat karya-karya fonemenal dari seniman patung ini.

*Seluruh foto merupakan dokumentasi dari Jogja Street Sculpture Project

Tembok Batas karya Yulhendri yang terletak di tembok sebelah utara posko JSSP atau seberang hotel Arjuna. Patung ini dibentuk dari tembok batubara yang dikoreksi dan dicuekin seperti kerja Arkeolog yang menemukan patung dalam tembok.
Tembok Batas karya Yulhendri yang terletak di tembok sebelah utara posko JSSP atau seberang hotel Arjuna. Patung ini dibentuk dari tembok batubara yang dikoreksi dan dicuekin seperti kerja Arkeolog yang menemukan patung dalam tembok.

Singsing Tree, pohon bernyanyi seperti nyanyian atau raungan knalpot di jalan-jalan kota yogya. Patung karya Agung Tato ini terletak di delta jalan Kleringan.
Singsing Tree, pohon bernyanyi seperti nyanyian atau raungan knalpot di jalan-jalan kota yogya. Patung karya Agung Tato ini terletak di delta jalan Kleringan.
Patung Purwanto berjudul Sekedar Pembatas ini terletak di ujung jalan Margoutomo dahulu jalan Mangkubumi sebentuk dengan melingkarkan sebagian beton pembatas antara trotoar. Purwanto mau menegaskan bahwa batas antara pejalan kaki dan pengendara dan menegaskan bahwa trotoar untuk pejalan kaki bukan untuk parkir atau pedagang kaki lima.
Patung Purwanto berjudul Sekedar Pembatas ini terletak di ujung jalan Margoutomo dahulu jalan Mangkubumi sebentuk dengan melingkarkan sebagian beton pembatas antara trotoar. Purwanto mau menegaskan bahwa batas antara pejalan kaki dan pengendara dan menegaskan bahwa trotoar untuk pejalan kaki bukan untuk parkir atau pedagang kaki lima.
Karya Ali Umar berjudul Space Kodak mengajak pejalan kaki berfoto dengan latar belakang tugu seakan di rumah sendiri
Karya Ali Umar berjudul Space Kodak mengajak pejalan kaki berfoto dengan latar belakang tugu seakan di rumah sendiri
Suparmadiyanto menyodorkan alternatif untuk papan penunjuk arah, dibuat lebih berwarna. Ada dua karya Supar di depan hotel Harper dan utara hotel Grand Zuri atau sebelum pertigaan ke arah jalan Gowongan.
Suparmadiyanto menyodorkan alternatif untuk papan penunjuk arah, dibuat lebih berwarna. Ada dua karya Supar di depan hotel Harper dan utara hotel Grand Zuri atau sebelum pertigaan ke arah jalan Gowongan.
Renggong judul karya pematung Win Dwi Laksono dipasang di sebelah timur lampu merah di jalan Kleringan dari arah stasiun Tugu. Ini tentang kesadaran dan kewaspadaan di jalan raya dalam situasi yang 'menegangkan sekaligus menggembirakan' begitu sekelumit tentang gagasannya. Karya ini terinspirasi dari kenangan masa kecil tentang penjual jamu bernama Pak Renggong yang menjajakan jamunya sambil berakrobat dengan sepeda roda satu dan menggigit piring.
Renggong judul karya pematung Win Dwi Laksono dipasang di sebelah timur lampu merah di jalan Kleringan dari arah stasiun Tugu. Ini tentang kesadaran dan kewaspadaan di jalan raya dalam situasi yang ‘menegangkan sekaligus menggembirakan’ begitu sekelumit tentang gagasannya. Karya ini terinspirasi dari kenangan masa kecil tentang penjual jamu bernama Pak Renggong yang menjajakan jamunya sambil berakrobat dengan sepeda roda satu dan menggigit piring.
12243202_1493955550907649_8154129484637619204_n
Migration to New Planet kritik Ronie Lampah tentang pembangunannya hanya dilihat dari pencapaian ekonomi semata yang seringkali mempunyai dampak lingkungan buruk. Puluhan burung dari plat alumunium yang memakai masker menggugah rasa dan pikiran kita untuk lebih memikirkan dampak dari pencemaran lingkungan.
Sanitasi kota menjadi perhatian Sugeng 'Klemins' Pribadi dalam karya yang ditampilkan dalam pameran kali. Sanitasi yang buruk terkena sumbatan sampah. Karya berupa pralon yang dijejer ditekuk dan dililitkan di pinggiran sungai code utara jembatan jalan Kleringan sebelah timur. Pralon-pralon ini dilapisi berbagai bungkus plastik seakan pralon-pralon itu tersumbat sehingga tak bisa mengalirkan air dari pembuangan.
Sanitasi kota menjadi perhatian Sugeng ‘Klemins’ Pribadi dalam karya yang ditampilkan dalam pameran kali. Sanitasi yang buruk terkena sumbatan sampah. Karya berupa pralon yang dijejer ditekuk dan dililitkan di pinggiran sungai code utara jembatan jalan Kleringan sebelah timur. Pralon-pralon ini dilapisi berbagai bungkus plastik seakan pralon-pralon itu tersumbat sehingga tak bisa mengalirkan air dari pembuangan.
Coba kalau klakson sepeda onthe sebesar ini, sudah nggak ya bawanya.
Coba kalau klakson sepeda onthel sebesar ini, sudah nggak ya bawanya.
Payung-payung terbalik yang mempesona
Payung-payung terbalik yang mempesona
Pensilnya siapa tuh yang keiket?
Pensilnya siapa tuh yang keiket?
Vespa terjungkal
Vespa terjungkal
Wuih ... ada spedirman lagi makan
Wuih … ada spedirman lagi makan
Becak emas
Becak emas

 

- Advertisement -

  1. aya slavina says

    Anjissss, gilaaa kerennn bangettttt. Apaaa, cuma sampe 15 Desember,,, kenapa cuma sampe tanggal segituuu, kenapa gak selamanyaa ajaaa, akkk TIDAKKK. Hiyaaa alay dah saya. Wkwkwkkw

    Cakep, Mas, gilaa keren fotonya, karya-karya seniman duhh 100 jempol deh

  2. gobagi says

    aih keren banget, kapan waktu kalo main ke jogja saya harus kesana nih,

    1. Dimas Suyatno says

      Menurut publikasi cuma sampa tanggal 15 lho. Cepetan aja!

  3. Rudi Hartoyo says

    Ajiiibbbbb,…. keren bangetttt,,, !! jadi pengen segera ke yogja,,

    1. Dimas Suyatno says

      Jogja memang Istimewa

  4. CAH YOGYA says

    Jogja memang selalu mengejutkan, jangan lupa kalo mau main dan foto-foto di tempat patung-patung itu hati-hati dengan lalu lintas dan jaga kebersihan.

    Salam dari #CahYogya

    1. Dimas Suyatno says

      Yup betul. foto/selfie tidak dilarang, tapi perlu melihat kondisi/lalin sekitar

  5. Ety Abdoel says

    Unik-unik karyanya. Sayang, aku nggak tahu dari kemaren-kemaren.

  6. D Sukmana Adi says

    aku lagi ngerti lho mas bro iki,,ngertiku mung sing daerah tugu, soalnya sering lewat sana mas dimas :))

    1. Dimas Suyatno says

      betoel

  7. Miftah says

    Ajiib.. keren2 banget! Pas lebaran nanti rencananya sy mo ke Jogja, masih ada ga ya?

    Berkunjung juga ya ke blog saya http://bit.ly/ayomaubertanya dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak/komen di sana 😉

    1. Dimas Suyatno says

      Lebaran? Masih lama sekali. Mungkin sudah akan ada karya seni yang lain

Leave A Reply

Your email address will not be published.